Short Story

Berinteraksi Dengan Sesama

“Teh, silakan duduk didalam agar tidak kehujanan.. Duduk di tempat teteh sekarang masih kena hujan..” Kata seorang bapak bapak dengan santun.

Saya tunggu beberapa waktu, tidak ada kata keluar dari si tetehnya. 

“Paling tidak dengar” pikirku.

Diulangnya tawaran bapak tadi yang kali ini rasanya cukup bisa didengar bahkan olehku yang duduknya sedikit jauh diseberang si tetehnya.

Masih tidak ada jawaban, hanya melirik saja ke arah si bapak. Lalu kembali sibuk bermain gadget, scroll, chat, scroll, chat..

==================

Astaghfirullah..

Sebuah pemandangan mencengangkan pada suatu malam di ruang tunggu travel jurusan Bandung-Cikarang.

Seorang wanita dengan pakaiannya yang telah masya allah (insya allah) sempurna secara islam, namun karena suatu hal masih terlihat kurang memperhatikan pentingnya sikap dalam berinteraksi dengan sesama manusia.

Saya selalu mencari udzur jika saya melihat hal semacam itu, mungkin si teteh tidak mendengar, mungkin si teteh takut, mungkin si teteh diberi pesan oleh suaminya untuk tidak bicara dengan orang asing, dlsb. 

Tulisan ini saya buat hanya sebagai pengingat kepada kita tentang pentingnya berinteraksi dengan baik terhadap sesama jika kita tidak memiliki udzur yang menjadikan kita tudak bisa melakukannya.

Dibawah ini saya lampirkan sebuah link video yang Insyaallah bermanfaat… 🙂

Watch “Berinteraksi Dengan Lawan Jenis | Nouman Ali Khan” on YouTube

Standard
Life, Note to Myself, Short Story

Imagine If Your Mother Write Your Destiny

Imagine if your mother wrote your Qadr (destiny). Wouldn’t she fill it with happiness, success, love, and for you to always be protected from harm?

Now remember Allah (God) loves you 70 times more than your mother.

La ilaha illAllah ❤️

CuriousHeart

Meskipun saya masih belum bisa menemukan Hadits yang menyatakan dengan persis angka 70x itu (mohon yang sudah tahu atau menemukan, untuk bisa meninggalkan rujukannya di komentar)… namun tetap saja benar halnya bahwa Allah SWT jauh lebih menyayangi kita daripada Ibu Kita.

“Dari Umar bin Al Khaththab RA berkata: Didatangkanlah para tawanan perang kepada Rasulullah SAW. Maka di antara tawanan itu terdapat seorang wanita yang susunya siap mengucur berjalan tergesa-gesa – sehingga ia menemukan seorang anak kecil dalam kelompok tawanan itu – ia segera menggendong, dan menyusuinya. Lalu Nabi Muhammad SAW bersabda: Akankah kalian melihat ibu ini melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, dan ia mampu untuk tidak melemparkannya. Lalu Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah lebih sayang kepada hamba-Nya, melebihi sayangnya ibu ini kepada anaknya” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Masya Allah…

Standard
Note to Myself

Sepertinya

 

Sepertinya aku termasuk hamba yang tidak bersyukur. Bersyukur hanya dengan lisan tapi tidak dengan perbuatan.

Sepertinya aku termasuk hamba yang tidak bersyukur. Menggunakan rizki yang diberikan Allah kebanyakan untuk kesenangan duniawi

 

Sepertinya aku termasuk hamba yang munafik. Aku lebih antusias belajar bahasa Inggris daripada bahasa Arab

Sepertinya aku termasuk hamba yang munafik. Yang ditampilkan terlihat baik, padahal didalamnya hancur berantakan

 

Sepertinya aku termasuk hamba yang merugi. Yang lebih senang menggunakan waktu luang untuk kesenangan duniawi

Sepertinya aku termasuk hamba yang suka berangan angan. Becita cita tinggi tapi tidak mau bergerak mewujudkannya

Sepertinya aku termasuk hamba yang suka berandai andai. Tak pernah bisa melihat sesuatu yang memotivasi dan menyalahkannya karena tak kunjung datang (padahal motivasi selalu sudah ada disana)

 

Sepertinya aku termasuk hamba yang sombong. Padahal tidak akan masuk surga orang yang terdapat sebiji zarah kesombongan dalam hatinya

 

Astaghfirullah

Standard
Life

Saran Dari Atas Kereta

Pulang 2 minggu sekali yang kata orang berat untuk dijalani Alhamdulillah tidak demikian rasanya.

Rasa sangat bahagia menanti kepulangan ke kampung halaman, dan rasa beratnya menuju kembali ke tanah rantauan acapkali menjadi bumbu manis dari liku liku perjalananku sekarang ini.

Tiap orang tentunya punya kisah hidup yang berbeda satu dan lainnya, dan hal tersebut membuat ekspresi & pembawaan merekapun berbeda satu sama lain ketika duduk di bangku kereta yang sandarannya hampir 90 derajat saling berhadapan ini.

Pernah aku bertemu seorang dengan muka masam dan kata kata sangat datar, namun sepanjang jalan dia membuka aplikasi Al Quran di ponselnya, scrolling halaman demi halaman, khitmad sekali.

Pernah aku bertemu bapak bapak dengan penampilan sangar, ponselnya bergetar dan ketika dibuka ternyata alarm pengingat sholat isya. Keramahannya masya allah sepertinya akan membuat setiap orang tak kan lupa kalau pernah bertemu dengannya.

Pernah aku bertemu seorang dokter rumah sakit jiwa, beliau dengan pembawaannya yang sangat hangat, tentunya membuat pasiennya merasa jauh lebih baik. Kisahnya tak banyak mengenai pasiennya. Mungkin beliau menahan diri, karena tahu bahwa gangguan kejiwaan bukanlah sesuatu yang dengan seenaknya saja bisa disindir atau diceritakan jika dirasa tidak ada manfaatnya.

Pernah aku bertemu dengan seorang wanita muda yang cantiknya masya allah, namun dia masih perlu banyak belajar tentang makna kesabaran.

Dan banyak lagi kisah lainnya disana.

Salah satu hal penting dibalik kesering pulanganku ke kampung halaman adalah, aku belajar. Dari siapapun yang aku temui disini.

Bagi para pemudik, bagi para traveler, bagi para pelancong, simpan hp mu rapat rapat dalam perjalanan. Buka earphone-mu, pasang senyum terbaikmu, lalu ucapkan salam kepada mereka.

Karena kita tak akan pernah tahu, kadang nasehat mulia dan pelajaran terbaik tidak datang hanya dari putihnya selasar masjid, dari megahnya mimbar jumat, atau hanya dari quote ustadz pilihan di timeline sosial media.

Bicaralah dengan mereka diluar sana, ambil ilmu dan hikmahnya. Sambung silaturahim baru dengan mereka. Insya allah, hidayah Allah akan datang disaat yang tidak diduga duga.

Lebeng, 25 September 2015

Diatas tempat duduk dengan sandaran hampir 90 derajat

Standard
Short Story

Kecenderungan Kecenderungan Lelaki

Sebagai lelaki, saya ingin share sedikit yang mungkin jadi kecenderungan para lelaki diluar sana. Hal ini bertujuan supaya cerita saya bisa diambil pelajarannya bagi yang mungkin belum atau tidak terfikirkan hal hal yang akan saya tulis dibawah.

Sebelum saya memulai, tentunya wajibnya para lelaki untuk menundukkan pandangan adalah hal mutlak harus dilakukan oleh setiap lelaki tanpa terkecuali. Menundukkan pandangan di dunia maya dalam hal ini lebih disasarkan. Karena di dunia maya, topeng banyak berserakan dan bebas diambil oleh siapa saja dan kapan saja. Kemudian setelah tahu hakikat yang harus dilakukan oleh para ikhwan, yang saya akan sarankan dibawah adalah bagaimana para akhwat bertindak dalam menghadapi proses penundukan pandangan dari para ikhwan.

Lelaki itu sangat simpel, dia lihat foto yang menarik, dia buka link nya. Mulai dari foto tempat wisata, makanan, dan apa lagi kalau bukan foto wanita. Terlebih di foto wanita, lelaki sangat lebih simpel lagi, karena wanita tidak harus memperlihatkan aurat untuk dianggap menarik dimata lelaki. Maka hitunglah berapa banyak lelaki terjerumus kedalam bayang bayang berdosanya karena foto yang menurut para wanita biasa saja dan seharusnya tidak menjadi fantasi atau hal semacamnya.

Setelah buka link, para lelaki biasanya akan mencari dan membaca tulisan tulisan yang dicetak tebal, diberi highlighter, atau dicetak miring. Maka manfaatkan hal ini untuk menuliskan point point yang tidak ingin terlewatkan pesannya untuk disampaikan. Karena after you got my attention, then i’ll hear whatever you said after. Ada sesuatu yang tricky disini. Tulisan apakah yang membuat para lelaki bisa berkata “you’ve got my attention?” Bisa saya bilang, berbeda tiap lelakinya. Maka, sudah berapa banyak lelaki yang telah tertarik secara buta terhadap tulisanmu dan akhirnya tersesat didalamnya, diselewengkan niatnya, dan digoyahkan imannya karena sesuatu yang demikian remeh?

Kemudian, para lelaki akan mulai mencari simmiliar item(s) yang awalnya membuatnya masuk ke halaman tadi. Jika dia masuk karena melihat gambar wanita yang menarik, maka dia akan berusaha mencari yang serupa. Jika dia masuk karena melihat gambar makanan yang menarik, maka jika tanpa sengaja didalamnya dia menemukan gambar makanan yang lebih menarik dan gambar wanita disebelahnya, maka kecenderungannya akan berubah ke wanita. Karena secara fitrah, godaan terbesar bagi lelaki adalah wanita. Kemudian, hitunglah berapa foto yang telah ada di server social mediamu, dan hitunglah berapa banyak kemungkinan fotomu di klik oleh lelaki yang berbeda tiap hari. Mereka yang mungkin ada di friendlist mu atau di follower list mu.

Seolah olah seluruh yang saya tuliskan diatas hanya berlaku bagi lelaki hidung belang. Hati hati, untuk lelaki yang berpredikat shalih pun, kecenderungannya pun telah berganti level dari yang barusan saya utarakan. Semakin tinggi iman seseorang, maka akan semakin berat pula godaannya. 

Jika lelaki biasa tertarik pada foto, maka lelaki shalih mungkin akan tertarik pada konten. Yang mungkin awalnya dimulai dari membaca, kemudian mulai berkomentar, (dan setan mulai menggelincirkan niatnya) kemudian setelah berinteraksi mulai memberanikan diri mengoreksi kesalahan dalam tulisan via dm, private message atau semacamnya. Bukan berarti mengkoreksi kesalahan via private message salah, bukan. Hanya saja ketika disana terjadi “khalwat” yang kemudian berpotensi pada terjadinya hal yang lain, no one knows but he and she and Allah. Bertukar nomer hp misalnya. Dan kemudian bisa dibayangkan apa yang mungkin terjadi setelah saling tahu nomer hp.

Atau pada kasus lain, di dalam rubik komentar terdapat avatar user lain yang menarik perhatian, kemudian komentarnya mulai sedikit menyinggung si empunya avatar, dan tentunya godaan semakin besar karena si empunya avatar merasa diperhatikan oleh orang yang dianggapnya shalih.

Maka sudahkah kita pastikan bahwa private message dan comment section kita gunakan dengan mempertimbangkan positif dan negatifnya? Sudahkah kita lihat dan hapus sedikitpun potensi ataupun unsur yang mungkin melenakan didalamnya?

Maka, sudahkan kita pastikan dalam rubik komentar avatar kita dan user lain tidak kita tampilkan? Sudahkah kita berusaha melindungi saudara kita yang lain disaat kita sudah tidak pernah menunggah foto kita di social media manapun karena alasan yang sama?

Masih banyak kecenderungan kecenderungan lain para lelaki yang saya tahu dan saya pernah rasakan, semoga Allah memberikan saya umur panjang sehingga bisa meneruskan sharing ini di kesempatan lain..

Aamiin

Standard
Short Story

Fitnah Wanita & Sosial Media

This post gave me a really really really deep self realization..

Langkah saya menghapus facebook saya dan istri, langkah saya tidak memperbolehkan diri sendiri dan istri upload foto di sosial media, dan langkah saya untuk menjaga agar anak kami juga melakukan hal yang sama nampaknya kurang saya pahami esensinya sebelum membaca tulisan ini.

Yang saya rasakan dulu adalah saya hanya cemburu dan merasa ada yang mengganjal dihati melihat foto istri di sosial media tanpa tahu ternyata ada pengalaman pengalaman nyata yang impact nya sangat besar sekali seperti yang diceritakan pada tulisan dibawah. Bagi yang mungkin mengalami permasalahan serupa dengan saya, dari tulisan ini Insyaallah bisa kita ambil ibroh tentang hal tersebut dari sudut pandang yang lain.

So Which Blessings of Your Lord Will You Deny~?

Flowers and a camera

Pagi ini, sebuah DM alias direct message masuk ke inbox Instagram saya. Dari seorang teman yang sudah saya kenal sejak aktif di Twitter dulu, yang sekarang berteman juga di Facebook dan Instagram.

Kurang lebih seperti berikut isinya:

“Kak..

Aku kok sampe detik ini masih gundah gitu. Gelisah, resah, ya gitu-gitu lah.. Tiap kali terpapar akun akhwat/ummahat bercadar yang akunnya, yang diset public, dipenuhi selfie-selfie dan wefie-wefie, pake pose-pose lagi.

View original post 1,337 more words

Standard
Short Story

Rindu

Baru pertama ini rindu terasa membahagiakan. Rindu memegang tangan mungilnya di sebelah kanan, dan peluk hangat ibunya disebelah kiri.

Sudah 2 hari rasanya tidur jadi tak teratur, ah tapi apalah 2 hari dibanding istriku yang sudah berpuluh hari harus menyusui dan mengganti popok sendirian. Tak pantas lah kusebut 2 hari itu disini.

Setiap video call, kulihat wajah kalian yang masya allah manis sekali nak, sayang, dan aku bersyukur kita hidup di zaman ketika jarak bukan halangan untuk saling memandang. Namun demikian, rindu ini masih tak terbendung rasanya. 

Aku semakin menghormati bapak yang dulu merantau dan jauh dari ibuk dan kami anak anaknya. Disaat belum ada hp, apalagi internet. Bahkan untuk memberi kabar aku lahir saja metode paling cepatnya adalah mengirim orang ke tanah rantau dan kembali bersama orang itu 2 hari kemudian. Entah sekuat apa hati bapak, dan hati ibuk tentunya.

Nak, sayang, sebagai bapakmu, sebagai suamimu, aku ingin membawa kita ke arah yang jauh lebih baik. Meskipun aku sadar aku masih banyak cela sana sini. Masih compang camping dan terkesan tak tahu diri. Maka, tolong ingatkan aku jika aku berjalan ke arah yang tidak seharusnya, jangan ragu untuk menegurku disaat aku khilaf.

Aku ingin membawa kita kedalam sebuah kehidupan dimana Allah lah satu satunya yang kita mintai pertolongan bahkan hanya ketika sandal kita putus, Allah lah satu satunya yang kita mintai pertolongan ketika kita ada di persimpangan. Sebuah kehidupan dimana Akhirat adalah tujuan utama kita, kemudian biarkan dunia ini sebagai bayang bayang yang mengikuti kita, bukan sebaliknya.

Nak, semoga Allah limpahkan segala kebarokahanNya untukmu, diberikan kesehatan, keselamatan dunia akhirat, diberikan ilmu yang bermanfaat, dijadikan wanita yang soleha, menjadi hafidzah, berbakti kepada agama, orang tua, dan bukan menjadi budak dunia.

Sayang, untukmu yang akan menjadi masrasah pertama anak kita, semoga Allah limpahkan barokah dalam setiap hela nafasmu, keselamatan dunia dan akhirat diberikan surga tanpa hisab untukmu kelak, dan diberikan kekuatan untukmu menjaga anak kita dan menanamkan anak kita ilmu agama yang sebaik baiknya.

Aamiin
*rasanya masih banyak sekali doaku untuk kalian yang tak mungkin rasanya untuk tertuang semua dalam tulisan, 

semoga Allah melindungi kita dari godaan setan yang terkutuk.

Standard